http://www.achmad.net/wp-content/themes/Hosting-Murah/images/bg_jadi.jpg

Kitab Ta’limul Muta’allim

talimul-mutaallimDikalangan pesantren tradisional kitab ini sudah sangat populer, kitab ini berisi tentang penekanan bagaimana etika santri mencari ilmu, menghormati ilmu, menghormati ahli ilmu, guru dan kyai. Oleh sebab itulah di lingkungan pesantren akan terlihat jelas bagaimana suasana sikap santri terhadap gurunya. Ta’zhimul ilmi wa ahlihi ( menghormati ilmu dan ahli ilmu ) jelas merupakan keharusan bagi setiap penuntut ilmu agar ia mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat membawa ahlinya pada kebaikan dan semakin dekat kepada ALLAH walaupun ilmu yang ia dapatkan hanya sedikit.

Tidak heran di lingkungan pesantren para santri selalu mengharapkan berkah kyai. Meraka ikhlas membantu dan berkhidmah untuk kyai dan para santri lainnya, karena dengan keberkahan itulah ia akan menambah kebaikan baik ketika selama meraka mencari ilmu dan ketika pulang ke lingkungannya masing-masing. Cerita seorang santri penimba air sumur di pesantren untuk berkhidmah walau ia tidak kelihatan menonjol, namun ketika pulang ia menjadi seorang kyai adalah cerita yang sudah populer di kalangan pesantren tradisional.

Menghormati ilmu dan ahli ilmu sangat penting, bagaimana kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat minimal untuk diri sendiri kalau ketika menuntut ilmu saja sudah berani melawan guru, tidak memakai etika ketika berbicara dengan guru, apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan anarkis dengan merusak fasilitas belajar, berdemo memaki-maki guru, na’udzu billah.

Imam Ghazali menyebutkan bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat membawa rasa takut kita kepada Alloh SWT dan menumbuhkan Rasa Cinta/Mahabbah kepada Alloh. Berapa banyak orang yang berilmu namun tidak membawa manfaat baik kepada dirinya maupun kepada manusia lainnya. Berilmu tapi makin jauh dari Alloh , gemar melakukan maksiat, sombong dengan ilmunya, Ambisi terhadap kehidupan dunia, senang berdebat kepada orang-orang bodoh, sombong terhadap ulama dan menganggap ulama ulama terdahulu ( salaf ) bodoh dan ahli Bid’ah, merasa paling benar sendiri dan dirinya suci.
Sedangkan tanda tanda dari ilmu yang bermanfaat diantaranya adalah:

  • Mengamalkan Ilmu yang dimiliki dengan Hati yang ikhlas, karena ilmu membutuhkan kepada amal, amal membutuhkan kepada keikhlasan, dan keikhlasan membutuhkan kepada hati yang bersih .
  • Tawadhu’ dengan ilmu yang dimiliki
  • Tidak berambisi terhadap Gemerlap dunia pangkat, kedudukan , kehormatan dll
  • Memuliakan para ulama
  • Selalu haus akan ilmu Alloh  Yang Maha Luas , sehingga terpanggil dirinya untuk selalu belajar

Untuk itu sebagai seorang penuntut ilmu baik itu di pesantren maupun di Majlis majlis ilmu selayaknya memuliakan guru kita dan hal hal yang berkaitan dengan ilmu agar kita memperoleh ilmu yang bermanfaat , niatkan dalam hati ketika kaki melangkah menuju Majlis ilmu semata mata menghilangkan kebodohan kita dan mencari Ridho Alloh swt. Dan sebagai buku acuan untuk para penuntut ilmu ada baiknya membaca kitab Ta’limul Muta’allim karya Syech Az Zarnujiy yang sekarang telah di terjemahkan oleh Drs Ali As’ad yang berjudul “BIMBINGAN BAGI PENUNTUT ILMU” dalam kitab tersebut memuat Adad adab seorang Penuntut ilmu dan cara menggapai ilmu ilmu yang bermamfaat. Karena banyak saat ini para penuntut ilmu yang tekun di pesantren dan majlis ta’lim tidak bisa memetik kemanfaatan dan buahnya yaitu mengamalkan dan mensyiarkannya , lantaran mereka salah jalan dan meninggalkan persyaratan keharusannya , karena setiap yang salah jalan itu akan tersesat dan gagal tujuannya baik kecil maupun besar.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Filed Under: Akhlaq

Comments (1)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. aceh ubaid says:

    nice blog..

    info yang bagus…. terimakasih

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.